emzhet warehouse

warehouse of articles and theses

Selasa, 08 Juni 2010

CARA MEMOTIVASI ANAK UNTUK BELAJAR DALAM LINGKUNGAN KELUARGA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Setiap manusia sepanjang hayatnya berusaha untuk memperoleh kehidupan yang layak sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya. Oleh karena itu semua manusia berupaya memperoleh pendidikan yang setinggi-tingginya dalam usaha mempersiapkan diri agar mampu mencapai taraf dan kualitas hidup yang diharapkan. Dengan pendidikan, manusia akan memperoleh berbagai macam pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sangat dibutuhkan dalam hidup dan kehidupannya baik untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang, karena dengan berbekal kemampuan dan keterampilan serta keahlian yang diperoleh dalam pendidikan, anak akan memiliki bekal untuk mampu memilih, menetapkan dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja sebagai salah satu cara untuk memenuhi kehidupannya.

Agar anak dapat mencapai apa yang diharapkan, maka dituntut untuk meningkatkan kemampuannya, dan untuk meningkatkan kemampuannya diperlukan perhatian dan motivasi orang tua. Menurut Siahan (1986: 86) bahwa “tidak dapat disangkal lagi bahwa semakin tinggi perhatian orang tua terhadap belajar anak-anaknya maka semakin tinggi pula tingkat prestasi belajar anak tersebut”.

Dalam lingkungan keluarga anak-anak akan memperoleh pewarisan nilai yang ada dalam keluarga, di mana orang tua sebagai sentral (pusat) pewarisan nilai itu. Sejalan dengan itu, Pudjosuwarno (1984; 13) mengemukakan bahwa: “prinsip pendidikan bukanlah memberikan nasehat kepada anak didik, melainkan menciptakan situasi yang penuh keakraban, di mana dalam situasi tersebut terwujudlah nilai-nilai kehidupan dalam bentuk prilaku yang dapat mempengaruhi dan mendorong peserta didik berbuat atas kesadaran dan kemauan sendiri”.

Pendapat tersebut menunjukkan betapa pentingnya suasana interaksi dalam proses pendidikan anak, khususnya dalam lingkungan keluarga. Peran orang tua dalam penciptaan situasi atau iklim interaksi adalah sangat penting. Hal ini berarti bahwa situasi dalam keluarga ditentukan oleh orang tua yang selanjutnya akan mempengaruhi perilaku anak, termasuk dalam belajar, sebagaimana dikemukakan oleh Pudjosuwarno (1984;2) bahwa: “Sikap seseorang terhadap dirinya dan orang lain, apakah akan sukar atau mudah menyesuaikan diri, tergantung apakah orang tuanya sukar atau, mudah menyesuaikan diri”.

Perkembangan dan perubahan teknologi yang begitu cepat, membuat masing-masing anggota keluarga begitu sibuk dengan urusannnya dan menjadi kurang peduli terhadap keinginan anggota keluarga lainnya, khususnya antara orang tua dengan anak. Pertemuan antara orang tua dengan anak semakin berkurang dan tanpa disadari hal ini telah membawa dampak negatif terhadap perkembangan kepribadian anak. Khususnya menyangkut kemauan belajar di lingkungan keluarga. Dengan kata lain, proses sosialisasi anak menjadi terhambat. Fenomena ini ditemui hampir semua anak (murid) yang mengalami kesulitan belajar, misalnya malas, kurang bisa bergaul, prestasi rendah, dan lain-lain. Jadi pada hakekatnya pengasuhan orang tua mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap cara belajar anak di lingkungan keluarga. Pengasuhan orang tua tersebut meliputi hubungan yang terjalin antara orang tua dengan anak yang berlangsung ataupun hubungan orang tua dengan anggota keluarga.

Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk mengkaji cara-cara orang tua dalam memotivasi anaknya untuk belajar di lingkungan keluarga.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis mengangkat pokok permasalah adalah “bagaimana cara-cara yang tepat dalam memotivasi anak untuk belajat di lingkungan keluarga”. Masalah pokok ini dirinci ke dalam sub masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana pengertian motiasi belajar anak ?

2. Bagaimana peranan keluarga dalam perkembangan anak ?

3. Bagaimana cara memotivasi anak untuk belajar di lingkungan keluarga ?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pengertian motiasi belajar anak

2. Untuk mengetahui peranan keluarga dalam perkembangan anak

3. Untuk mengetahui cara memotivasi anak untuk belajar di lingkungan keluarga

D. Manfaat Penulisan

1. Manfaat teoritis

a. Menambah pengetahuan teoritik tentang motivasi belajar anak di lingkungan keluarga

b. Sebagai bahan tambahan teoritik untuk pengkajian dan pengembangan tentang toori motivasi dalam belajar

c. Memperluas wawasan tentang permasalahan cara memotivasi anak untuk belajar di lingkungan keluarga

2. Manfaat praktis

a. Sebagai masukan bagi orang tua dalam meningkatkan perhatian dan motivasi belajar anak-anaknya sehingg dapat meningkatkan kerajinan belajarnya

b. Sebagai masukan bagi guru PGTK terurama dalam upaya memahami perkembangan anak

c. Sebagai masukan yang berharga bagi mahasiswa PGTK FIP UNM dalam menempuh tugasnya kelak segagai guru taman kanak-kanak.


Download selengkapnya...

0 komentar:

Poskan Komentar